RESUME HARI KEDUA PKKMB

Pemateri: Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA 

Generasi muda anti korupsi

Korupsi ibarat penyakit ganas yang menghancurkan sendi kehidupan bangsa, merampas hak rakyat, menghambat pembangunan, serta merusak kepercayaan masyarakat. Memerangi korupsi bukan hanya tugas aparat atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia. Dalam perjuangan ini, generasi muda menjadi harapan utama untuk mewujudkan negeri bebas korupsi.

Mengapa Peran Generasi Muda Penting?
- Masa Depan Bangsa: Mereka calon pemimpin dan penentu arah bangsa, sehingga integritas sejak dini menjadi pondasi kepemimpinan bersih.
- Energi & Inovasi: Kreativitas dan penguasaan teknologi memungkinkan lahirnya solusi transparansi dan pengawasan yang efektif.
- Pola Pikir Kritis: Sikap kritis, idealisme, dan keterbukaan pada perubahan menjadi modal menantang budaya koruptif.
- Agen Perubahan: Karena akan hidup lebih lama di masa depan, generasi muda berkepentingan untuk mewarisi Indonesia yang adil dan sejahtera.

Integritas: Senjata Utama Anak Muda
Integritas mencakup kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, keadilan, keberanian, dan kemandirian. Nilai ini menjadi tameng dalam menolak segala bentuk penyimpangan.

Cara Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Anti-Korupsi
1. Mulai dari diri sendiri: jujur dalam hal kecil, menolak pungli, dan hidup sederhana.
2. Edukasi & Kesadaran: belajar tentang bahaya korupsi, berdiskusi, serta aktif di komunitas antikorupsi.
3. Pemanfaatan Teknologi: gunakan media sosial untuk kontrol publik, akses informasi, dan dukung aplikasi transparansi.
4. Pengawasan Partisipatif: ikut mengawasi lingkungan, menggunakan hak pilih secara bijak, dan terlibat dalam forum pembangunan.
5. Menjadi Teladan: raih prestasi tanpa korupsi, berkarya untuk masyarakat, dan saling menguatkan sesama pemuda.

Tantangan yang Menghadang
Budaya nepotisme, tekanan ekonomi, lingkungan yang tidak mendukung integritas, serta rasa takut melapor masih menjadi hambatan nyata.

Kesimpulan
Generasi muda adalah agen perubahan sejati dalam melawan korupsi. Dengan menjunjung tinggi integritas, memanfaatkan teknologi, berani bersuara, dan menjadi teladan, Indonesia yang bersih dan transparan bukanlah utopia.


Pemateri: Muslikha nourma rhomadhoni, S.KM., M.Kes

Pengenalan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) dan perwujudan Indonesia emas

K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) adalah pendekatan terpadu untuk mengelola risiko di tempat kerja sekaligus melindungi lingkungan. Tujuan utamanya mencakup:
- Keselamatan: Mencegah kecelakaan dan melindungi pekerja dari bahaya fisik.
- Kesehatan Kerja: Menangkal penyakit akibat kerja serta menjaga kesejahteraan fisik, mental, dan sosial tenaga kerja.
- Lingkungan: Mengendalikan dampak industri terhadap ekosistem melalui pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan pelestarian alam.

Prinsip utama K3L adalah pencegahan, partisipasi semua pihak, kepatuhan hukum, perbaikan berkelanjutan, dan akuntabilitas di setiap level organisasi.

Pentingnya K3L untuk Indonesia Emas 2045

Visi Indonesia Emas adalah terwujudnya negara maju dengan SDM unggul, ekonomi kuat, dan lingkungan berkelanjutan. K3L menjadi pondasi penting karena:

1. Membangun SDM unggul
   * Pekerja sehat lebih produktif dan kreatif.
   * Lingkungan kerja aman meningkatkan motivasi dan loyalitas.
   * Generasi muda yang dibiasakan dengan budaya K3L akan tumbuh kompeten dan bertanggung jawab.

2. Mendorong ekonomi berdaya saing
   * Mengurangi biaya akibat kecelakaan, downtime, dan kerusakan aset.
   * Standar K3L global (ISO 45001, ISO 14001) mempermudah akses ekspor dan investasi.
   * Mendukung inovasi ramah lingkungan sebagai motor ekonomi hijau.

3. Menjaga keberlanjutan lingkungan
   * Eksploitasi SDA dilakukan secara bertanggung jawab agar ekosistem tetap lestari.
   * Mengurangi emisi, menghemat energi, serta berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
   * Lingkungan bersih dan sehat meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.

4. Mewujudkan tata kelola baik dan keadilan sosial
   * Bentuk nyata kepatuhan hukum dan perlindungan hak pekerja.
   * Mengurangi kesenjangan, terutama bagi pekerja sektor informal dan UMKM yang rentan risiko.

Tantangan K3L
Kesadaran yang belum merata, lemahnya pengawasan hukum, keterbatasan sumber daya, serta budaya K3L yang belum mengakar kuat.

Strategi Penguatan
- Pemerintah: memperketat regulasi, memperkuat pengawasan, dan mengintegrasikan K3L dalam pendidikan.
- Perusahaan: menjadikan K3L nilai inti, menerapkan sistem manajemen K3L, serta melibatkan pekerja aktif.
- Pekerja/Masyarakat: meningkatkan kesadaran, menjalankan kewajiban, serta berani melaporkan pelanggaran.
- Pendidikan & Kolaborasi: memasukkan K3L dalam kurikulum serta membangun sinergi lintas sektor.

Kesimpulan
K3L bukan biaya tambahan, melainkan investasi strategis untuk menciptakan tenaga kerja sehat dan produktif, mendorong ekonomi berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun keadilan sosial. Tanpa fondasi K3L yang kokoh, visi Indonesia Emas 2045 sulit terwujud. Karena itu, menjadikan K3L sebagai budaya bangsa adalah kunci menuju masa depan Indonesia yang maju dan sejahtera.


Pemateri: Pak Ainun najib

Perguruan tinggi di era digital dan revolusi Industri

Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami perubahan signifikan dalam sistem kerja, metode pembelajaran, serta pola interaksi dengan mahasiswa dan masyarakat. Beberapa aspek utama dari transformasi ini antara lain:
1. Pembelajaran Digital dan Online
Pemanfaatan e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar membuka akses pendidikan yang lebih luas, fleksibel, serta memungkinkan mahasiswa belajar kapan dan di mana saja sehingga lebih inklusif dan efisien.
2. Kurikulum Berbasis Teknologi
Penggunaan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) diintegrasikan dalam kurikulum, sekaligus melahirkan program studi baru yang sesuai dengan tuntutan industri 4.0.
3. Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru
Kurikulum perguruan tinggi menyesuaikan diri dengan perkembangan otomasi, robotika, dan analisis data, serta menekankan pentingnya soft skills seperti kreativitas, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.
4. Infrastruktur Digital dan Kampus
Penguatan infrastruktur teknologi informasi berupa jaringan internet berkecepatan tinggi, laboratorium virtual, hingga perangkat lunak kolaboratif, yang mendukung pembelajaran dan penelitian di kampus digital.
5. Kolaborasi dan Kemitraan Global
Kerja sama dengan lembaga internasional, perusahaan teknologi, maupun startup untuk riset dan inovasi, serta pelaksanaan program pertukaran mahasiswa dan dosen baik secara virtual maupun tatap muka.
6. Evaluasi dan Pengukuran Berbasis Data
Penerapan Learning Analytics untuk memantau perkembangan mahasiswa dan meningkatkan mutu pembelajaran, serta penerapan pengambilan keputusan berbasis data dalam manajemen perguruan tinggi.
7. Peran Perguruan Tinggi sebagai Inovator
Selain menjadi pusat pendidikan, perguruan tinggi juga berfungsi sebagai pusat riset dan inovasi, termasuk pengembangan startup serta inkubator bisnis berbasis teknologi.

Secara keseluruhan, agar tetap relevan di tengah perubahan pesat, perguruan tinggi dituntut untuk cepat beradaptasi demi mencetak lulusan yang unggul dan siap menghadapi tantangan era digital dan revolusi industri.







terimakasih dari saya Nayla aulya putri kurniawan dari Fakultas Kesehatan, Prodi Analis Kesehatan

ku jungi juga blog teman saya : https://syafirafrds.blogspot.com









Popular posts from this blog

Resume Nanda Alifia mahasiswa PGSD UNUSA berhasil meraih kejuaraan PORPROV Jatim

Keakuratan Penggunaan Alat POCT

Resume artikel