Keakuratan Penggunaan Alat POCT

Keakuratan Penggunaan Alat POCT (Point of Care Testing) pada Pemeriksaan Laboratorium

Akibat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin lama semakin pesat, pelayanan pemeriksaan kesehatan juga ikut terpengaruhi oleh kemajuan teknologi saat ini. Salah satunya yaitu POCT (Point of Care Testing), merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di dekat tempat perawatan pasien secara langsung. Pastinya kalian sudah tidak asing bukan dengan yang namanya alat POCT? bahkan mungkin beberapa sudah memiliki alat POCT pribadi di rumah. Tetapi alat yang dikenal sangat praktis ini juga bisa terjadi kesalahan atau ketidakakuratan loh, bagaimana hal itu bisa terjadi? yuk simak penjelasan berikut!
                                               
                                                Sumber : id.lysunbio.com

Point of Care Testing (POCT) merupakan metode pemeriksaan laboratorium yang sederhana, ptraktis, dan cukup mudah dalam pengerjaannya, karena metode ini dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan reagen yang sudah tersedia. Pemeriksaan dengan metode penggunaan alat POCT ini dapat dilakukan di luar laboratorium dengan hasil yang didapatkan secara cepat, sehingga sangat memudahkan dalam pemeriksaan karena tidak memerlukan waktu yang cukup lama. Namun, jika membahas mengenai keakuratan, penggunaan alat ini bisa saja terjadi kurangnya keakuratan apabila dibandingkan dengan metode rujukan yang memiliki kemampuan untuk pengukuran. 

POCT umumnya cukup mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus, karena bentuk alatnya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana, sehingga tidak memerlukan tempat yang luas. Tetapi tetap harus diperhatikan cara penyimpanannya. Diusahakan untuk tempat penyimpanan yang terhindar dari suhu, kelembaban, getaran, guncangan dan benturan. Karena hal tersebut dapat berpengaruh pada hasil pemeriksaan.

Beberapa hal yang dapat membuat hasil pemeriksaan dengan metode POCT kurang akurat atau presisi, dapat dilihat dari kondisi berikut ini : 
POCT lebih rentan terhadap zat pengganggu dan memiliki margin kesehatan sempit dikarenakan ukuran sampel yang lebih kecil
Hasil pemeriksaan mudah terpengaruhi oleh suhu, kelembaban, hematokrit dan dapat terjadi interferensi dengan zat tertentu
Kemampuan pengukurannya terbatas dibandingkan dengan di laboratorium
Saat terjadi hemolisis, ikterus, dan lipemia dapat menyebabkan hasil yang tidak akurat atau tidak dapat dibaca
Pemantapan mutu internal kurang diperhatikan dan sulit terdokumentasi, hasil sulit terdokumentasi terutama bila dilakukan di rumah
POCT bukanlah pengganti layanan laboratorium konvensional, melainkan layanan tambahan untuk sebuah laboratorium klinik. Dikarenakan alat POCT ini belum terkoneksi ke sistem rumah sakit atau laboratorium, sehingga pelaporan hasil tidak terekam secara langsung atau real time melainkan masih menggunakan pencatatan manual. Ketika terjadi kesalahan pasca analitik yakni saat melakukan pencatatan hasil tersebut, maka dapat berpengaruh pada pasien dan merupakan kesalahan yang sangat fatal. 
     
POCT bukan hanya sekedar proses meletakkan sampel darah pada strip atau katrid uji yang kemudian diukur hasilnya. Meskipun banyak perangkat POCT yang relatif mudah digunakan, proses pengujian harus dikelola untuk memeriksa apakah perangkat memberikan hasil yang benar dan akurat. Hal tersebut memerlukan beberapa proses yang paling baik dengan dikelola oleh operator POCT khusus. Waktu untuk melakukan pemeriksaan dengan alat POCT dan dampaknya terhadap operasi praktik penyedia layanan laboratorium kesehatan harus diperhitungkan dalam manajemen praktik secara keseluruhan.
                
Meskipun peraturan dan proses yang disebut akreditasi memastikan bahwa laboratorium memenuhi standar tertentu, hal yang sama belum berlaku untuk perangkat dan pengujian POCT. Tidak semua perangkat POCT yang tersedia pada suatu instansi untuk melakukan pemeriksaan POCT memiliki kualitas yang sesuai untuk perawatan pasien. Pada proses pra-analitik ini nantinya akan sangat berisiko pada pembacaan hasil apabila kualitas alat tidak sesuai dan tidak memadai. Akan tetapi, dengan adanya risiko ini sehingga terjadi peningkatan kesadaran yang semakin banyak bahwa pemeriksaan POCT hanya menyediakan perangkat yang telah dievaluasi sesuai untuk manajemen pasien.  
            
Tentunya hasil yang tidak akurat dan kesalahan pencatatan hasil dapat menjadi ancaman dan tantangan dalam penggunaan alat dan metode POCT. Manajemen pemeriksaan yang buruk dan kualitas dari perangkat atau alat POCT yang buruk pula juga dapat menjadi hambatan dan gangguan pada terlaksananya pemeriksaan yang menggunakan alat POCT. Kedua hal tersebut termasuk dalam proses pasca analitik, analitik, dan pra analitik, yang mana tiga hal ini sangat amat penting untuk diperhatikan. Bayangkan saja apabila terjadi kerusakan alat, maka pemeriksaan pasien yang seharusnya dilaksanakan segara akan terhambat dan terganggu. Begitu juga pada pembacaan hasil sekaligus pencatatan hasil yang tidak akurat dan tidak benar, maka keberlanjutan pemberian pengobatan kesehatan pasien akan terancam. 

Maka dari itu diperlukan solusi yang tepat untuk menanggulangi masalah tersebut. Dalam proses pra analitik yakni melakukan kalibrasi alat secara rutin, agar tidak terjadi kerusakan pada alat. Mengatur manajemen pemeriksaan dengan sebaik mungkin agar berjalan dengan baik dan terstruktur. Kemudian dalam proses analitik penting untuk memperhatikan tempat penyimpanan dan proses pengambilan sampel untuk menghindari terpengaruhnya hasil oleh zat tertentu. Terakhir, pada proses pasca analitik, diharuskan untuk ekstra hati-hati dan teliti dalam pencatatan dan pelaporan hasil yang benar, mengingat alat POCT belum terkoneksi secara langsung pada sistem rumah sakit atau laboratorium. 

Popular posts from this blog

Resume Nanda Alifia mahasiswa PGSD UNUSA berhasil meraih kejuaraan PORPROV Jatim

Resume artikel